Mekanisme Kelulusan
Aspek yang menjadi Pertimbangan Kelulusan
Dalam menentukan kelulusan, satuan pendidikan perlu mempertimbangkan berbagai aspek penting yang mencerminkan pencapaian dan kesiapan murid untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama, antara lain sebagai berikut
1. Pencapaian Kompetensi Murid
Penentuan kelulusan dapat mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian kompetensi murid (kesatuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap) pada semua mata pelajaran, termasuk kemampuan literasi dan numerasi, ekstrakurikuler, dan prestasi lainnya pada:
i. kelas V dan kelas VI untuk sekolah dasar atau bentuk lain yang sederajat; dan
ii. setiap tingkatan kelas untuk sekolah menengah pertama atau bentuk lain yang sederajat dan
sekolah menengah atas atau bentuk lain yang sederajat.
2. Ujian yang Diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan
Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan merupakan penilaian hasil belajar yang bertujuan untuk menilai pencapaian hasil belajar murid untuk semua mata pelajaran. Ujian dapat dilaksanakan pada semester ganjil dan/atau semester genap pada akhir jenjang dengan mempertimbangkan ketuntasan capaian pembelajaran di setiap mata pelajaran.
Pelaksanaan ujian tidak harus dilaksanakan secara bersamaan untuk semua mata pelajaran. Dengan demikian, jika ada mata pelajaran yang sudah mencapai ketuntasan capaian pembelajaran, maka satuan pendidikan dapat menyelenggarakan ujian.
Murid yang mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan harus telah berada pada tahun terakhir di masing-masing jenjang atau program paket kesetaraan dan memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar seluruh program pembelajaran yang telah ditempuh pada jenjang pendidikan tersebut.
Bentuk ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dapat berupa:
i. portofolio;
ii. penugasan;
iii. tes tertulis; dan/atau
iv. bentuk kegiatan lain yang ditetapkan Satuan Pendidikan sesuai dengan kompetensi yang
diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
Satuan pendidikan disarankan untuk memadukan beragam bentuk ujian sehingga dapat menilai capaian belajar setiap murid secara lebih utuh
3. Kehadiran
Tingkat kehadiran menjadi indikator kedisiplinan dan partisipasi murid dalam pembelajaran. Kehadiran yang konsisten menunjukkan komitmen dan tanggung jawab murid terhadap proses belajar. Jumlah ketidakhadiran yang menjadi pertimbangan kelulusan dikembalikan pada satuan pendidikan.